Translate

Senin, 30 Juli 2018

Inovasi Rebung Menjadi Abon Rebung Guna Meningkatkan Pendapatan Warga di Desa Kapor


 Seperti halnya dengan desa lainnya, desa Kapor juga memiliki potensi-potensi tertentu. Namun sayang kebanyakan potensi-potensi yang ada di desa, terutama desa yang tertinggal potensi-potensi tidak digali dan dimanfaatkan secara maksimal. Apabila potensi-potensi yang ada desa digali dan dimanfaatkan oleh warganya bisa saja menjadi sumber pendapatan baru.

Desa Kapor memiliki beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan warganya yakni Rebung. Rebung adalah tunas muda dari tanaman bambu. Ada beberapa jenis tunas bambu yang bisa dimanfaatkan sebagai makanan yakni bambu Petung, Wulung, Ampel. Jadi tidak semua jenis bambu tidak bisa dimanfaatan untuk makanan. Rebung terbaik biasanya memiliki rasa yang manis.
Jenis bambu yang tumbuh di desa Kapor adalah jenis bambu Pethung. Tumbuhan bambu ini tumbuh sepanjang jalan dusun Kapor Utara dan Kapor Selatan. Ketika musim penhujan tunas bambu muda akan melimpah ruah namun, ketika musim kemarau tunas bambu muda akan menyusut pertumbuhannya.
Rebung mengandung kandungan kalori, lemak dan gula yang rendah sehingga bagus untuk tubuh dan kaya akan serat. Serta rebung mengadung vitamin A, B6, E, Zing dan Zat Besi. Rebung juga kaya akan manfaat yakni mampu menurunkan berat badan, membantu mengoontrol kolesterol, mengobati cacingan, menurunkan resiko kanker, dan mampu menjaga kesehatan kulit karena kaya vitamin E nya.
Selama ini warga desa kapor hanya memanfaatkan tunas bambu hanya sebagai sayur atau pelengkap masakan saja. Maka dari itu kelompok kuliah kerja nyata berinovasi untuk memaksimalkan pemanfatan rebung. Kelompok kuliah kerja nyata membuat inovasi yakni pelatihan rebung menjadi abon rebung.
    Pelatihan yang bertajuk pemanfaatan rebung dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2019 di pelataran kepala desa desa Kapor. Penangung jawab pelatihan pembuatan rebung menjadi abon rebung kali ini adalah Devi Nur Kumalasari. Pelatihan berupa cara pengolahan rebung menjadi abon rebung ini dihadiri sekitar 20an ibu-ibu yang tergabung kelompok PKK dan warga umum. 

    Pembuatan rebung menjadi abon rebung memerlukan beberapa bahan yakni rempah-rempah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, ketumbar, daun salam, gula, garam dan penyebab rasa. Dikarenakan rebung mengandung racun sianida disarankan untuk merebus dan menganti air sampai 2-3 kali. Juga disarankan agar memilih rebun yang segar agar citarasa tetap terjaga. Product abon rebung memiliki dua varian yakni rasa original dan pedas. 

Pelatihan ini juga disertai dengan pelatihan cara pemasaran abon rebung. Pelatihan pemasaran agar para warga yang hadir tidak kesulitan dengan cara pemasaran. Cara pemasaran yang disarankan oleh Kelompok KKN 55 adalah dengan mengunakan pemasaran online baik menggunakan jejaring sosial maupun menggunakan start up. Dengan adanya pelatihan pembuatan dan pengolahan rebung menjadi abon rebung diharapkan bisa menjadi pendapatan baru bagi para masyarakat dan bisa memaksimalkan potensi yang ada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATA PENCAHARIAN

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat desa Kapor dapat teridentifikasi ke dałam beberapa bidang pencaharian seperti : petani, Bu...